Menuju Babak Baru Pemerintahan Desa

Sabtu, 26 November 2011

PENGERTIAN SOSIALIS & KOMUNIS

A. NEGARA SOSIALIS

a. Pengertian Sosialis
Sosialisme adalah ideologi yang menjadi dasar dari komunisme. Seringkali mereka berdua dibahas secara bersamaan. Tetapi sebetulnya banyak hal dari dua ideologi ini yang berbeda bahkan pada hal yang fundamental. Sosialisme muncul sebagai sebuah bentuk kepedulian sosial dari beberapa cendekiawan seperti Robert Owen di Inggris, Saint Simon dan Fourier dari Perancis. Mereka tergerak ketika melihat kondisi buruh di Eropa pada permulaan abad ke – 19 yang sangat menyedihkan.  Sayangnya, semua teori mereka tidak dibarengi dengan tindakan dan konsepsi yang nyata mengenai tujuan dan strategi perbaikan tersebut. Ini menyebabkan orang-orang menyebut mereka sebagai kaum Sosialis Utopis. Setelah itu muncullah Karl Marx dari Jerman. Ia pun mengecam keadaan ekonomi dan sosial di sekelilingnya tetapi menurutnya perubahan seharusnya dilakukan secara radikal dan menyeluruh. Marx menyusun sebuah teori sosial yang menurutnya didasari hukum-hukum ilmiah sehingga pasti akan terlaksana. Ia menamakan ajarannya Sosialisme Ilmiah. Bersama dengan Friedrich Engels, ia menerbitkan bermacam-macam karangan, diantaranya yang paling terkenal adalah Manifesto Komunis dan Das Kapital. Dalam menjelaskan perkembangan masyarakat, Marx banyak dipengaruhi oleh gagasan Filsuf Jerman George Hegel mengenai dialektik (thesis, antithesis, dan synthesis). Selain itu dari Hegel diambil juga dua unsur, yaitu gagasan mengenai terjadinya pertentangan antara segi-segi yang berlawanan, dan kedua adalah gagasan bahwa semua berkembang terus. Ajaran Marx mengenai Materialisme menegaskan bahwa hukum dialektik tidak hanya terjadi pada dunia abstrak saja tetapi juga pada dunia materi.
Istilah sosialisme atau sosialis dapat mengacu ke beberapa hal yang berhubungan dengan ideologi atau kelompok ideologi, sistem ekonomi, dan negara. Istilah ini mulai digunakan sejak awal abad ke-19. Dalam bahasa Inggris, istilah ini digunakan pertama kali untuk menyebut pengikut Robert Owen pada tahun 1827. Di Perancis, istilah ini mengacu pada para pengikut doktrin Saint-Simon pada tahun 1832 yang dipopulerkan oleh Pierre Leroux dan J. Regnaud dalam l'Encyclop├ędie Nouvelle[1]. Penggunaan istilah sosialisme sering digunakan dalam berbagai konteks yang berbeda-beda oleh berbagai kelompok, tetapi hampir semua sepakat bahwa istilah ini berawal dari pergolakan kaum buruh industri dan buruh tani pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20 berdasarkan prinsip solidaritas dan memperjuangkan masyarakat egalitarian yang dengan sistem ekonomi menurut mereka dapat melayani masyarakat banyak daripada hanya segelintir elite.
Apabila 60 tahun lalu hubungan diplomatik antara Indonesia dan Uni Soviet tidak dijalin,maka penulis bersama ratusan mahasiswa Indonesia lainnya tidak bisa menikmati  kesempatan menimba ilmu di negara yang dikenal sebagai negara pertama didunia yg berlandaskan pada ajaran sosialisme/komunisme dan layak disebut sebagai negara sosialis pertama dibunia.
Penulis yakin bahwa diantara sekian ratus juta penduduk Indonesia saat ini, tidak lebih dari 10,000 orang yang pernah benar-benar merasakan hidup di sebuah negara sosialis. Sebelum kami mengalaminya sendiri,memang banyak pertanyaan yang terlintas dalam benak banyak orang : apa itu negara sosialis? Jawabannya kami temukan setelah kami sendiri menjalani, mengalami, menyelami kehidupan di sebuah negara sosialis. Kami merupakan saksi-saksi hidup tentang apa itu yang disebut negara sosialis, dalam kehidupan nyata dan bukan penjelasan teori dalam buku-buku ilmiah.
Penulis berangkat sebagai anak muda yang sudah menempuh kuliah di ITB Jurusan Pertambangan dan pernah mengalami masa-masa transisi pergantian pengajar dari berkebangsaan Belanda kemudian digantikan pengajar asal Amerika Serikat setelah para pengajar berkebangsaan Belanda diusir dari Indonesia dalam rangka merebut Irian Barat kembali kepangkuan ibu pertiwi.
Penulis mengalami masa-masa kuliah dengan dosen Belanda dan kemudian diganti dosen Amerika dengan sistem ujian yang sama sekali berbeda. Kami yang sebelum berangkat masih bermental asli Indonesia yang tidak mengenal disiplin ketat, begitu terjun dalam masyarakat Rusia mengalami goncangan budaya kecil-kecilan. Kalau tidak ingin dibilang “ne kulturnii” (tidak tahu sopan santun), anda harus mau antri berdiri saat beli apa saja di toko. Saat baru menjejakkan kaki di Uni Soviet memang sempat kaget dan heran : kok di Uni Soviet orang antri roti? Mereka teratur antri bukan untuk mendapatkan roti, tetapi antri karena watak disiplin
Sebelum berangkat penulis masih ikut antri gula dan memang kondisi ekonomi Indonesia sedang sulit, sehingga begitu tiba di Uni Soviet kami melihat perbedaan yang begitu mencolok antara kehidupan di tanah-air yang baru kami tinggalkan dibanding dengan kehidupan di Uni Soviet yang tampak begitu tertata. Dan masalah pangan tidak jadi persoalan, memang bukan untuk membandingkan dengan kondisi Indonesia dimana penulis masih harus antri bahan pokok sebelum berangkat. Kondisi Indonesia yang serba kesulitan bahan makanan pokok ini ini masih sangat dalam meninggalkan kesan dalam benak..
Bulan-bulan pertama sebagai mahasiswa di asrama, kami masih bisa makan roti sepuasnya tanpa bayar. Tetapi memasuki tahun 1961, saat Rusia gagal panen gandum, maka: makan roti di Stolowaya harus bayar walaupun murah dan sangat terjangkau..Penulis tidak tahu pasti apakah roti gratis ini hanya berlaku di Stolowaya kampus? Atau juga di Stolowaya sekolah-sekolah dan juga di pabrik-pabrik untuk buruh? Kelebihan sistem sosialis yang kami rasakan dalam kehidupan mahasiswa: adalah kenyataan bahwa pendidikan dan perawatan kesehatan dijamin pemerintah secara cuma-cuma. Dan kami para mahasiswa asing ikut menikmati sisi-sisi positif dari pendidikan cuma-cuma yang diselenggarakan negara. Mahasiswa tuan rumah adalah mahasiswa ikatan dinas seluruhnya, mereka menerima tunjangan dari negara walaupun tidak besar tetapi cukup untuk hidup layak dan disediakan asrama bagi mahasiswa dari luar kota..
Apa yang penulis coba paparkan dalam tulisan singkat dibawah ini merupakan pengalaman hidup sebenarnya,bukan cerita rekaan dan tidak terlupakan. Apa yang penulis alami di Uni Soviet mungkin tidak jauh berbeda dari pengalaman mereka yang pernah menimba ilmu di negara-negara Blok Timur lainnya, terutama yang belajar di Eropa Timur atau yang lebih dikenal dengan sebutan negara-negara Pakta Warsawa, sebagai tandingan Blok NATO sebelum runtuhnya Tembok Berlin di penghujung tahun 1980-han dan ambruknya Uni Soviet. Bagaimanapun, mereka-mereka yang pernah menimba ilmu di Uni Soviet di era 1960-an merupakan saksi-saksi hidup tentang tegaknya negara-negara sosialis yang dipelopori oleh Uni Soviet sebagai negara sosialis pertama didunia.
Tulisan singkat dibawah ini merupakan kesan dan pengalaman pribadi, yang mungkin berbeda dari pengalaman orang lain.
Sebagai mahasiswa muda kami meninggalkan tanah air yng pada tahun 1960 disaat ketegangan politik internasional baru saja mereda setelah tetembaknya pesawat mata-mata U-2 Amerika di wilayah Uni Soviet. Kami ditugasi belajar di negara yang disebut Uni Republik Sosialis Soviet atau disingkat Uni Soviet, sebagai bagian dari kerjasama dibidang kebudayaan.
Awal-awal kehidupan di Uni Soviet, bagi penulis pribadi, memang terkesan hebat danmenjanjikan dimata rakyat Rusia. Tidak ada orang antri roti karena barangnya langka, pembangunan berjalan siang malam tanpa henti dan ini bisa disaksikan lewat jendela kamar asrama setiap hari. Bagi penulis saat itu,orang bekerja siang malam merupakan hal baru yng belum pernah penulis saksikan di tanah air (mungkin juga sudah pernah terjadi di daerah terpencil seperti jatiluhur atau proyek Sigura-gura di Sumatera Utara tapi bukan ditengah kota seperti di Moskwa).
Penulis setiap hari bisa melihat lewat jendela bagaimana pembangunan kwartira (apartemen) tumbuh begitu cepat dari minggu ke minggu) walaupun dengan mutu bangunan yang dibawah standar Eropa dan ini bisa dilihat setelah penulis berkunjung ke beberapa negara Eropa Barat: Jerman, Italia dan Perancis)/ Sasaran pemerintah bisa diduga agar bisa dengan cepat memenuhi kebutuhan perumahan masyarakat dan masalah mutu sementara di nomor duakan.
Kesan lain yang sangat terasa dalam kehidupan sehari-hari adalah stabilnya harga karena semua diatur pemeritah,tidak ada inflasi atau gejolak ekonomi yang disebabkanoleh faktor spekulasi pelaku pasar (menurut kacamata Barat ekonomi semacam ini sifatnya statis,tidak berkembang karena tidak ada persaingan dan stagnan, serta semua-nya dikendalikan secara terpusat oleh negara dan tidak memungkinkan persaingan).
Penulis selama empat tahun bermukim di Moskwa,sepanjang ingatan yang bisa dirunut kembali, rasanya tidak pernah membaca berita tentang kenaikan harga . Hal lain yang penuis kagumi adalah rasa aman dari gangguan kriminal, kemanapun kita pergi di malam hari, tidak pernah merasa takut dirampok atau diganggu dengan macam-macam ulah yang mengganggu. Gangguan yang agak mengusik adalah masalah orang-orang mabok yang berkeliaran di hari-hari pembayaran gaji atau menjelang hari libur. Wodka sudah membudaya dan berakar dalam kehidupan rakyat Rusia. Dikenal pemeo “Rusia tanpa wodka, bukan Rusia”
Aturan hukum mungkin begitu ketat sehingga membuat orang Rusia sangat menahandiri dalam pertengkaran agar tidak sampai berkelahi dan kami tahu benar hal ini, serta memanfaatkan sebaik mungkin. Kalau bertengkar dengan orang Rusia, bagaimanapun sengitnya pertengkaran kami yakin bahwa mereka tidak akan memukul. Banyak sisi-sisi yang membuat penulis kagum,tetapi harus diakui bahwa tidak sedikit pula sisi-sisi yang menjengkelkan dan menjemukan,bahkan kadang memuakkan.
Kalau semasa di Indonesia bisa bebas mendengarfkan radio mana saja,terutama men dengarkan siaran VOA (Voice of America) dengan Jazz Session-nya, di Moskwa mendadak radio yang kami miliki jadi bungkam dan hanya bisa menerima siaram Goworit Moskwa. Benar-benar menyebalkan! Punya radio bagus bagi kami sia-sia karena disetiap kamar asrama ada radio umum, seperti pernah kami alami di masa pendudukan Jepang. Radio di kamar asrama ditempelkan didinding semacam jam dan hanya memiki satu tombol: untuk menghidupkan dan mematikan, tidak ada tombol lain. Dan isisiaran yang dipancarkan hanya satu: siaran pemerintah dan sesekali hiburan. Bagaimanapun juga ada manfaatnya bagi kami di musim dingin mengingat-ingat ramalan cuaca untuk esok hari, sehingga kami bisa siap dengan pakaian sesuai suhu besok. Tidak jarang radio umum ini hidup sepanjang hari dari saat kami bangun pagi sampai malam hari saat pergi tidur. Tak seorangpun penghuni kamar punya perhatian untuk mematikannya.
Di Uni Soviet tidak dikenal kehidupan malam dan semua kegiatan berhenti pada jam 23.00 malam. Trem, bus, Metro – semua berhenti berdenyut dan kota Moskwa seolah menjadi kota mati dan gelap dan hanya ada lampu penerangan jalan umum serta sedikit sekali lampu reklame berwarna-warni. Pertunjukan film, ballet atau teater juga berhenti sebelum jam 23.00 karena tidak ada lagi transport umum yang bekerja. Satu-satunya pilihan tinggal taksi dan itupun tidak banyak.
Uni Soviet tidak mengenal buku telepon dan peta kota yang baik, sehingga bagi warga asing akan sulit menemukan alamat atau nomor telepon yang diperlukan. Anda harus membuat sendiri catatan nomor-nomor telepon yang diperlukan. Tetapi di kota Moskwa banyak bertebaran kios Informasi, dimana anda bisa menanykan apa saja dari alamat dan nomor telepon yang anda perlukan. Semua hal yang remeh dalam benak kami, sepertinya menjadi sesuatu yang harus dirahasiakan di Rusia.
Rakyat Rusia sangat bangga dengan negara dan Tentara Merah-nya bila berceloteh mengenai Perang Dunia ke-II yang dalam bahasa Rusia disebut Patrioticeskaya Woiina atau Perang Patriotik. Harus diakui bahwa Soviet Uni sangat menderita dengan jutaan orang tewas sebagai korban perang,tetapi mereka bangga bahwa Tentara Merahadalah pasukan pertama yang berhasil menaklukkan tentara Nazi Hitler. Pantas kalau mereka bangga dan merasa diri besar, kadang berlebihan dan menganggap bangsa lain lebih rendah. Ini adalah hasil propaganda pemerintah yang benar-benar merasuk dalam kalbu warga negaranya dan bersifat massif. Perlu juga diingat bahwa disaat tegang-tegangnya Perang Dingin berkonfrontasi dengan Blok Barat yang dipimpin Amerika Serikat, pemerintah Rusia sangat aktif berusaha merebut pengaruh di Asia-Afrika dan Amerika Latin sehingga berdampak positif pada mahasiswa-mahasiswa Indonesia. Untuk menarik perhatian kami, pemerintah Rusia tidak segan-segan memomulerkan lagu “Rayuan Pulau Kelapa” sebagai semacam lagu wajib disekolah-sekolah dan kemananpun kami pergi berkunjung,tidak jarang disambut dengan paduan suara mengalunkan lagu wajib tsb. Nama Soekarno juga sangat diken al secara luas, sehingga rakyat kecil dipinggir jalanpun tahu bahwa Indonesia = Soekarno.
Rakyat Rusia lewat propaganda pemerintah yang begitu deras mengalir, membuat mereka bangga dengan capaian teknologi seperti Sputnik pertama, manusia pertama terbang keluar angkasa jadi pahlawan nasional Yurii Gagarin, wanita pertama jadi astronot Teresykova dsb. Belum lagi ditambah dengan keberhasilan Uni Soviet dibidangmiliter dengan pesawat-pesawat tempur canggih, tank dan kapal selamnya. Semua ini tentu menelan beaya sangat besar sehingga harus mengorbankan keperluan rakyat banyak dibidang kesejahteraan.
Dimata rakyat, Uni Soviet harus jadi negara adidaya, negara besar yang ditakuti dunia dan harus diakui, pemerintah Rusia berhasil membangun impian di benak rakyatnya. Tetapi disisi lain dalam hal kesejahteraan hidup,pemerintah Rusia diam-diam harus mengakui bahwa kehidupan di Amerika, musuh nomor satu,jauh lebih baik dari kehidupan rakyatnya sendiri. Lihat saja semboyan saat itu: mengejar dan melampaui Amerika dalam 15 tahun! Kalau anda pergi ke toko besar Gosudarstwenii Universalnii Magazin (GUM), semacam mall yang berserakan di Jakarta saat ini,barang yang dipajang di etalase sangat terbatas dan tidak banyak pilihan, belum lagi mutunya yang rendah. Pelayanan para pramuniaganyapun sangat buruk dan bahkan kadang-kadang menjengkelkan, seolah-olah mereka tidak butuh pembeli. “Pembeli adalah raja” tidak berlaku disini. Para pramuniaga dan pengelola toko seolah-olah tidak berusaha menarik pembeli.
Harus diakui bahwa di surat-surat kabar atau siaran televisi, iklan sepertinya tabu! Penulis kadang bertanya dalam hati: sampai-sampai pasta gigi dan sabun mandi yng baikpun pemerintah Rusia tidak bisa membuatnya, padahal pesawat MIG-17 sudah di ekspor ke pelbagai penjuru dunia.
Propaganda memang sangat banyak berpengaruh dalam kehidupan masyarakat dan dimana-mana anda bisa melihat poster-poster raksasa dengan gambar pria berotot diikuti tulisan mencolok : Plan wipolnen do srocno! Target tercapai lebih cepat! Kalau Indonesia punya Repelita (Rencana Lima Tahun) maka Uni Soviet memiliki Semiletka atau rencana Tujuh Tahun dipelbagai bidang: pertanian, industri, berita disurat-surat kabar Pravda atau Izweztiya hanya berisi keberhasilan dan sukses, tidak ada berita kegagalan. Kegagalan adalah tabu untuk diberitakan!
Akibat dari propaganda yang sangat effektif dan mencapai sasaran,raskyat awam kalau berdialog dengan kami mahasiswa yang datang dari negara berkembang, mereka
menganggap dirinya sebagai :”saudara tua” yang penolong, mereka berada diatas kita yang mendahkan tangan. Walaupun memuakkan karena seringnya mendengar “pencerahan” semacam ini, kami tidak bisa berbuat apa-apa.Yang bicara begini bisa sesama penumpang Metro, warga biasa yang bertemu di taman, termasuk teman kuliah. Banyak hal-hal yang merupakan sisi-sisi negatif dalam kehidupan sehari-hari dan semua ini adalah pengaturan atau pengelolaan masyarakat dalam suatu sistem besar. Kalau anda lupa membawa tanda pengenal yang disebut “propusk” jangan harap anda bisa melenggang masuk rumah sendiri (asrama). Tidak jarang anda harus bertengkar adu argumentasi sampai otot muncul di batang leher melawan Komendant (Kepala srama sebelum bisa masuk rumah sendiri) karena lupa membawa propusk.
Tetapi belakangan kami bisa memakluminya karena asrama dimana kami tinggal, sebuah gedung berlantai 10 dan 8 diantaranya terdiri dari kamar-kamar yang kami huni. Kalau 8 lantai dan setiap lantai terdiri dari 70 kamar (penulis mengisi kamar nomor 671) maka ada 560 kamar dan setiap kamar diisi 4 mahasiswa, anda bisa hitung berapa mahasiswa tinggal di asrama tsb.
Kepala asrama sampai berapa tahunpun tidak bakal bisa mengingat-ingat wajah setiap penghuninya,walaupun kami orang asing (di asrama penulis ada mahasiswa asing non-kulit putih berasal dari Vietrnam,Tiongkok, Sri Lanka,Mesir, Irak, India). Tanda pengenal penting kemanapun anda pergi: ke kampus, Dom Kulturi (Gedung Kesenian) dimana anda secara teratur berlatih kesenian dan harus punya propusk terdendiri. Setelah cukup lama tinggal dan hidup ditengah masyarakat Rusia, kami akhirnya merasa nyaman-nyaman saja dengan kehidupan masyarakat sosialistis. Sisi positif dari pengaturan negara yang dikelola menurut ajaran sosialisme/komunisme juga kami rasakan dan ikut menikmati (menikmati hal-hal positif).
b. Sosialisme Di Berbagai Negara
Kemenangan bangsa-bangsa demokrasi dalam perang dunia I memberikan dorongan yang kuat bagi partumbuhan partai sosialis di seluruh dunia. Perang telah dilancarkan untuk mempertahankan cita-cita kemerdekaan dan keadaan sosial terhadap imperialisme totaliter Jerman dan Sekutu-sekutunya. Selama peperangan telah dijanjikan kepada rakyat-rakyat negara demokratis yang ikut berperang, bahwa kemenangan militer akan disusul dengan suatu penyusunan kehidupan sosial baru berdasarkan kesempatan dan persamaan yang lebih banyak.
Di Inggris dukungan terbesar terhadap gerakan sosialisme muncul dari Partai Buruh mencerminkan pertumbuhanuruh dan perkembangannya suatu proses terhadap susunan sosial yang lama. Pada awal pertumbuhan hanya memperoleh suara (dukungan) yang kecil dalam perwakilannya di parlemen. Selanjutnya menjadi partai yang lebih bersifat nasional setelah masuknya bekas anggota partai liberal. Banyak programnya yang berasal dari kaum sosialis,terutama dari kelompok Febiaan berhasil memperkuat posisi partai karena dapat memenuhi keinginan masyarakat. Kemajuan yang dapat dicapaimisalnya dalam bidang (1) pemerataan pendapatan (2)distribusi pendapatan (3) pendidikan (4) perumahan (Anthony Crosland, 1976: 265-268).
Di Negara-negara Eropa lainnya seperti Perancis, Swedia, Norwegia, Denmark dan juga Australia dan Selandia Baru partai-partai sosial berhasil memegang kekuasaan pemerintahan melalui pemilu-pemilu bebas. Hal tersebut berarti kalau kita berbicara sosialisme, maka kita menghubungkan dengan sosialisme demokrasi tipe reformasi liberal. Hal ini perlu dibedakan dengan sosialisme otoriter atau komunisme seperti yang terlihat di Soviet dan RRC.
Selama tahun 1920-an dan 1930-an, kaum sosialis di Eropa dan Amerika melakukan serangan baru terhadap kelemahan kapitalisme, ungkapan-ungkapan misalnya : ketimpangan ekonomi, pengangguran kronis, kekayaan privat dan kemiskinan umum, menjadi slogan-slogan umum. Di Eropa partai sosialis demokratis dipengaruhi Marxisme revisionis,solidaritas kelas pekerja, dan pembentukan sosialis yang papa akhirnya melalui cara demokratis sebagai alat untuk memperbaiki kekurangan system kapitalis. Periode tersebut merupakan era menggejolaknya aktivitas sosialis.
Setelah PD II terjadi perubahan besar dalam pemikiran kaum sosialis. Pada permulaan tahun 1960 banyak diantara partai sosialis demokrat Eropa yang melepaskan dengan hubungan ikatan-ikatan idiology Marx. Mereka mengubah sikapnya terhadap hak milik privat dan tujuan mereka yang semula tentang hak milik kolektif secara total. Perhatian mereka curahkan terhadap upaya “ menyempurnakan ramuan”pada perekonomian yang sudah menjadi ekonomi campuran. Akibatnya disfungsi antara sosialis dan negara kesejahteraan modern (The modern welfare state) kini dianggap orang sebagai perbedaan yang bersifat gradual.
Menurut Milton H Spencer sosialisme demokrasi modern merupakan suatu gerakan yang berupaya untuk memperbaiki kesejahteraan masyarakat melalui tindakan
(1) memperkenalkan adanya hak milik privat atas alat-alat produksi
(2) melaksanakan pemilikan oleh Negara (public ounership) hanya apabila hal tersebut diperlukan demi kepentingan masyarakat
(3) mengandalkan diri secara maksimal atas perekonomian pasar dan membantunya dengan perencanaan guna mencapai sasaran sosial dan ekonomis yang diinginkan ( Winardi, 1986: 204).
Bagaimanakah sosialisme di Negara-negara berkembang ?. Negara-negara miskin berhasrat untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang cepat. Dari segi kepentingan dalam negeri pertumbuhan ekonoimi yang tinggi merupakan satu-satunya cara untuk mencapai srtandart hidup, kesehatan dan pendidikan yang lebih baik. Ada dua cara untuk mencapai pembangunan ekonomi yang pesat: Pertama cara yang telah digunakan oleh Negara Barat (maju), pasar bebas merupakan alat utama untuk menunjang pertumbuhan ekonomi yang tinggi.Kedua komunisme, dalam metode ini Negara memiliki alat-alat produksi dan menetapkan tujuan yang menyeluruh.
Dalam menghadapi masalah modernisasi ekonomi Negara-negara berkembang pada umumnya tidak mau meniru proses pembangunan kapitalis Barat atau jalur pembangunan komunisme. Mereka menetapkan sendiri cara-cara yang sesuai dengan kondisi masing-masing Negara. Ketiga jalan ketiga disebut Sosialisme. Dalam konteks negara terbelakang/berkembang sosialisme mengandung banyak arti pertama di dunia yang sedang berkembang sosialisme berarti cita-cita keadilan sosial . Kedua istilah sosialisme di Negara-negara berkembang sering berarti persaudaraan, kemanusiaan dan perdamaian dunia yang berlandaskan hukum. Arti Ketiga sosialisme di Negara berkembang ialah komitmen pada perancangan ( Willan Ebenstein,1994: 248-249).
Melihat tersebut di atas arti sosialisme pada negara berkembang dengan Negara yang lebih makmur karena perbedaan situasi histories. Di dunia Barat sosialisme tidak diartikan sebagai cara mengindustrialisasikan Negara yang belum maju, tetapi cara mendistribusikan kekayaan masyarakat secara lebih merata. Sebaliknya, sosialisme di Negara berkembang dimaksudkan untuk membangun suatu perekonomian industri dengan tujuan menaikkan tingkat ekonomi dan pendidikan masa rakyat , maka sosialisme di negara Barat pada umumnya berkembang dengan sangat baik dalam kerangka pemerintahan yang mantap (seperti di Inggris dan Skandinavia) , sedangkan di Negara berkembang sosialisme sering berjalan dengan beban tardisi pemerintahan yang otoriter oleh kekuatan imperialism easing atau oleh penguasa setempat.Karena itu ada dugaan sosialisme di Negara berkembang menunjukkan toleransi yang lebih besar terhadap praktek otoriter dibandingkan dengan dengan yang terjadi sosialisme di Negara Barat. Kalau Negara-negara berkembang gagal dalam usahanya mensintesakan pemerintahan yang konstitusional dan perencanaan ekonomi , maka mereka menganggap bahwa pemerintahan konstitusional dapat dikorbankan demi memperjuangkan pembangunan ekonomi yang pesat melalui perencanaan dan pemilikan industri oleh Negara.
Jika kita perhatikan dalam sejarah bangsa Indonesia , pada awal kemerdekaan sampai tahun 1965 pernah pula diintrodusir konsep sosialisme ala Indonesia .Apakah itu sebagai akibat pengaruh PKI atau ada aspek-aspek tertentu yang memang sesuai dengan kondisi di negara kita. Yang jelas sejak memasuki Orde BAru “sosialisme” itu tidak terdengar lagi .
Adanya perbedaan pengertian mengenai konsep sosialisme , memberikan wawasan kepada kita bahwa suatu ideology politik yang dianut oleh suatu Negara belum tentu cocok untuk negar lain . Melalui pemahaman ini dapat dipetik manfaatnya untuk pengembangan pembangunan nasional demi tercapainya tujuan nasional seperti yang terumuskan dalam UUD 1945.
c. Kesimpulan
Sosialisme adalah pandangan hidup dan ajaran kamasyarakatan tertentu , yang berhasrat menguasai sarana-sarana produksi serta pembagian hasil-hasil produksi secara merata .
Sosialisme sebagai ideology politik adalah suatu keyakinan dan kepercayaan yang dianggap benar oleh para pengikutnya mengenai tatanan politik yang mencita-citakan terwujutnya kesejahteraan masyarakat secara merata melalui jalan evolusi, persuasi , konstitusional –parlementer , dan tanpa kekerasan.
Sosialisme sebagai ideology politik timbul dari keadaan yang kritis di bidang sosial, ekonomi dan politik akibat revousi industri . Adanya kemiskinan , kemelaratan ,kebodohan kaum buruh , maka sosialisme berjuang untuk mewujudkan kesejahteraan secara merata.
Dalam perkembangan sosialisme terdiri dari pelbagai macam bentuk seperti sosialisme utopia , sosialisme ilmiah yang kemudian akan melahirkan pelbagai aliran sesuai dengan nama pendirinya atau kelompok masyarakat pengikutnya seperti Marxisme-Leninisme ,Febianisme , dan Sosial Demokratis.
Sosialisme dapat tumbuh dan berkembang dengan baik pada masyarakat –bangsa yang memiliki tradisi demokrasi yang kuat. Unsur-unsur pemikiran yang ada dalam gerakan sosialis sebagimana tergambar di Inggris mencakup :
(a) agama ; (b) idealisme e tis dan estetis ; (c) empiris Fabian ; dan (d) liberalisme .
Sosialisme yang ada disetiap negara memiliki ciri khas sesuai dengan kondisi sejarahnya . Dalam sosialisme tidak ada garis sentralitas dan tidak bersifat internasional
Sosialisme di negara-negara berkembang mengandung banyak arti . Sosialisme berarti cita-cita keadilan sosial ; persaudaraan ; kemanusiaan dan perdamaian dunia yang berlandaskan hukum ; dan komitmen pada perencanaan.
Di negara-negara Barat (lebih makmur) sosialisme diartikan sebagai cara mendistribusikan kekayaan masyarakat secara lebih merata sedangkan di Negara berkembang sosialisme diartikan sebagai cara mengindustrialisasikan Negara yang belum maju atau membangun suatu perekonomian industri dengan maksud manaikkan tingkat ekonomi dan pendidikan masyarakat .
Sosialisme sebagai idiologi politik yang merupakan keyakinan dan kepercayaan yang dianggap benar mengenai tatanan politik yang mencita-citakan terwujudnya kesejahteraan masyarakat secara merata melalui jalan evolusi, persuasi, konstitusional-parlementer dan tanpa kekerasan. Sosialisme sebagai ideologi politik timbul dari keadaan yang kritis di bidang sosial, ekonomi dan politik akibat revousi industri . Adanya kemiskinan , kemelaratan ,kebodohan kaum buruh , maka sosialisme berjuang untuk mewujudkan kesejahteraan secara merata.
Dalam perkembangan sosialisme terdiri dari pelbagai macam bentuk seperti sosialisme utopia, sosialisme ilmiah yang kemudian akan melahirkan pelbagai aliran sesuai dengan nama pendirinya atau kelompok masyarakat pengikutnya seperti Marxisme-Leninisme, Febianisme , dan Sosial Demokratis. Sosialisme dapat tumbuh dan berkembang dengan baik pada masyarakat –bangsa yang memiliki tradisi demokrasi yang kuat .
B. NEGARA KOMUNIS

a. Pengertian Komunis
Negara komunis adalah istilah politik yang digunakan untuk mendeskripsikan bentuk pemerintahan suatu negara yang menganut sistem satu partai dan mendeklarasikan kesetiaan kepada komunisme (Marxisme, Leninisme, atau Maoisme). Negara komunis yang masih ada hingga kini adalah Republik Rakyat Cina, Kuba, Korea Utara, Laos, dan Vietnam.
Gagasan Marx justru mendapat tanggapan paling besar dari negara yang industrinya baru setengah berkembang (tidak seperti keadaan di sekeliling Marx) yaitu Rusia. Lenin menjadi tokoh yang memperbaharui ajaran Marx hingga menjadi Marxisme – Leninisme atau komunisme. Modifikasi dilakukan oleh Lenin karena teori Marx ditujukan kepada masyarakat yang industrinya telah maju, sedangkan industri Rusia belum begitu maju pada saat itu. Beberapa perbedaan antara pandangan Lenin dengan Marx antara lain, pertama, Marx menganggap remeh petani tetapi Lenin tidak, kedua, menurut Marx partai haruslah besar dan dipimpin oleh orang-orang komunis yang pintar tetapi Lenin beranggapan bahwa partai cukup yang kecil saja tetapi terdiri dari orang-orang revolusioner profesional, dan ketiga, Marx beanggapan bahwa Kapitalisme akan menemui ajal pada puncak perkembangannya dan akan digantikan oleh masyarakat komunis sedangkan Lenin beranggapan bahwa imperialisme dapat memperpanjang nyawa kapitalisme. Selain itu Lenin juga memberi nama “sosialisme” kepada “tahap pertama masyarakat komunis”-nya Marx. Tampaknya dari sinilah timbul persepsi bahwa sosialisme indentik dengan komunisme.
Apabila Amerika Serikat identik dengan kapitalisme, maka Rusia identik dengan komunisme. Setelah Lenin ada Stalin yang gagasannya mengenai revolusi ialah bahwa komunisme dapat diselenggarakan di satu negara dulu, yaitu di Uni Soviet, dianggap menyimpang dari ajaran Marx. Di masa inilah muncul istilah Komunis Internasional (Komintern), dimana Moskow menjadi pusat komunisme. Kebijakan Moskow adalah kebijakan dunia komunis. dari sini timbul masalah yang sangat mendasar. Komunisme muncul sebagai hasil adaptasi lingkungan dari sosialisme. Namun melalui komintern. segala macam adaptasi terhadap ajaran komunis tidak dapat dilakukan di luar Moskow. Padahal kondisi di tiap negara komunis tidaklah sama dengan Moskow.
Kekuasaan Uni Soviet terhadap negara – negara komunis lainnya mulai berkurang / mengendur pada masa Khrushchev. Ada dua gagasannya yang bertolak belakang sekali dengan ajaran Marx dan kebijaksanaan Stalin. Pertama, perang dapat dihindarkan. Kedua, membuka kemungkinan untuk dapat hidup berdampingan  dengan negara-negara yang berlainan sistim sosialnya. Khrushchev tidaklah sekeras Stalin sehingga negara-negara komunis lain, yang tadinya patuh dengan Uni Soviet, mulai menginginkan Polycentrisme. Dimana pusat komunisme tidak hanya di satu tempat saja tetapi di berbagai pusat, yaitu di negara masing-masing. Mao Tse Tung bangkit dari keadaan ini.
Begitu banyak tafsiran yang dilakukan terhadap ajaran Marx untuk membentuk sebuah masyarakat tanpa kelas. Komunisme tidak dapat kita pandang hanya sebagai sebuah teori atau ideologi saja. Tiap kasus penerapannya harus kita pandang satu per satu. Hanya dengan begitu kita dapat mengetahui komunisme.
Komunisme adalah sebuah ideologi. Penganut paham ini berasal dari Manifest der Kommunistischen yang ditulis oleh Karl Marx dan Friedrich Engels, sebuah manifesto politik yang pertama kali diterbitkan pada 21 Februari 1848 teori mengenai komunis sebuah analisis pendekatan kepada perjuangan kelas (sejarah dan masa kini) dan ekonomi kesejahteraan yang kemudian pernah menjadi salah satu gerakan yang paling berpengaruh dalam dunia politik.
Komunisme pada awal kelahiran adalah sebuah koreksi terhadap paham kapitalisme di awal abad ke-19, dalam suasana yang menganggap bahwa kaum buruh dan pekerja tani hanyalah bagian dari produksi dan yang lebih mementingkan kesejahteraan ekonomi. Akan tetapi, dalam perkembangan selanjutnya, muncul beberapa faksi internal dalam komunisme antara penganut komunis teori dan komunis revolusioner yang masing-masing mempunyai teori dan cara perjuangan yang berbeda dalam pencapaian masyarakat sosialis untuk menuju dengan apa yang disebutnya sebagai masyarakat utopia.
b. Ide dasar
Istilah komunisme sering dicampuradukkan dengan komunis internasional. Komunisme atau Marxisme adalah ideologi dasar yang umumnya digunakan oleh partai komunis di seluruh dunia. sedangkan komunis internasional merupakan racikan ideologi ini berasal dari pemikiran Lenin sehingga dapat pula disebut "Marxisme-Leninisme".
Dalam komunisme perubahan sosial harus dimulai dari pengambil alihan alat-alat produksi melalui peran Partai Komunis. Logika secara ringkasnya, perubahan sosial dimulai dari buruh atau yang lebih dikenal dengan proletar (lihat: The Holy Family [1]), namun pengorganisasian Buruh hanya dapat berhasil dengan melalui perjuangan partai. Partai membutuhkan peran Politbiro sebagai think-tank. Dapat diringkas perubahan sosial hanya bisa berhasil jika dicetuskan oleh Politbiro. Inilah yang menyebabkan komunisme menjadi "tumpul" dan tidak lagi diminati karena korupsi yang dilakukan oleh para pemimpinnya.
Komunisme sebagai anti-kapitalisme menggunakan sistem partai komunis sebagai alat pengambil alihan kekuasaan dan sangat menentang kepemilikan akumulasi modal atas individu. pada prinsipnya semua adalah direpresentasikan sebagai milik rakyat dan oleh karena itu, seluruh alat-alat produksi harus dikuasai oleh negara guna kemakmuran rakyat secara merata akan tetapi dalam kenyataannya hanya dikelolah serta menguntungkan para elit partai, Komunisme memperkenalkan penggunaan sistim demokrasi keterwakilan yang dilakukan oleh elit-elit partai komunis oleh karena itu sangat membatasi langsung demokrasi pada rakyat yang bukan merupakan anggota partai komunis karenanya dalam paham komunisme tidak dikenal hak perorangan sebagaimana terdapat pada paham liberalisme.
Secara umum komunisme berlandasan pada teori Dialektika materi oleh karenanya tidak bersandarkan pada kepercayaan agama dengan demikian pemberian doktrin pada rakyatnya, dengan prinsip bahwa "agama dianggap candu" yang membuat orang berangan-angan yang membatasi rakyatnya dari pemikiran ideologi lain karena dianggap tidak rasional serta keluar dari hal yang nyata (kebenaran materi).
c. Komunis Internasional
Komunis internasional sebagai teori ideologi mulai diterapkan setelah meletusnya Revolusi Bolshevik di Rusia tanggal 7 November 1917. Sejak saat itu komunisme diterapkan sebagai sebuah ideologi dan disebarluaskan ke negara lain. Pada tahun 2005 negara yang masih menganut paham komunis adalah Tiongkok, Vietnam, Korea Utara, Kuba dan Laos. Komunis internasional adalah teori yang disebutkan oleh Karl Marxis.
d. Indonesia dan komunisme
Indonesia pernah menjadi salah satu kekuatan besar komunisme dunia. Kelahiran PKI pada tahun 1920an adalah kelanjutan fase awal dominasi komunisme di negara tersebut, bahkan di Asia. Tokoh komunis nasional seperti Tan Malaka misalnya. Ia menjadi salah satu tokoh yang tak bisa dilupakan dalam perjuangan di berbagai negara seperti di Cina, Indonesia, Thailand, dan Filipina. Bukan seperti Vietnam yang mana perebutan kekuatan komunisme menjadi perang yang luar biasa. Di Indonesia perubuhan komunisme juga terjadi dengan insiden berdarah dan dilanjutkan dengan pembantaian yang banyak menimbulkan korban jiwa. Dan tidak berakhir disana, para tersangka pengikut komunisme juga diganjar eks-tapol oleh pemerintahan Orde Baru dan mendapatkan pembatasan dalam melakukan ikhtiar hidup mereka.
e. Sejarah Komunisme Di Indonesia

Komunisme di Indonesia memiliki sejarah yang kelam, kelahirannya di Indonesia tak jauh dengan hadirnya para orang-orang buangan dari Belanda ke Indonesia dan mahasiswa-mahasiswa jebolannya yang beraliran kiri. Mereka di antaranya Sneevliet, Bregsma, dan Tan Malaka (yang terahir masuk setelah SI Semarang sudah terbentuk). Alasan kaum pribumi yang mengikuti aliran tersebut dikarenakan tindakan-tindakannya yang melawan kaum kapitalis dan pemerintahan, selain itu iming-iming propaganda PKI juga menarik perhatian mereka. Gerakan Komunis di Indonesia diawali di Surabaya, yakni di dalam diskusi intern para pekerja buruh kereta api Surabaya yang dikenal dengan nama VSTP. Awalnya VSTP hanya berisikan anggota orang Eropa dan Indo Eropa. saja, namun setelah berkembangnya waktu, kaum pribumi pun ikut di dalamnya. Salah satu anggota yang menjadi besar adalah Semaoen kemudian menjadi ketua SI Semarang. Komunisme Indonesia mulai aktif di Semarang, atau sering disebut dengan Kota Merah setelah menjadi basis PKI di era tersebut. Hadirnya ISDV dan masuknya para pribumi berhaluan kiri ke dalam SI (Sarekat Islam) menjadikan komunis sebagian cabangnya karena hak otonomi yang diciptakan Pemerintah Hindia Belanda atas organisasi lepas menjadi salah satu ancaman bagi pemerintah. ISDV menjadi salah satu organisasi yang bertanggung jawab atas banyaknya pemogokan buruh di Jawa. Konflik dengan SI pusat di Yogyakarta membuat personil organisasi ini keluar dari keanggotaan SI, setelah disiplin partai atas usulan Haji Agus Salim disahkan oleh pusat SI. Namun ISDV yang berganti nama menjadi PKI semakin kuat saja dan di antara pemimpin mereka dibuang keluar Hindia Belanda. Kehancuran PKI fase awal ini bermula dengan adanya Persetujuan Prambanan yang memutuskan akan ada pemberontakan besar-besaran di seluruh Hindia Belanda. Tan Malaka yang tidak setuju karena komunisme di Indonesia kurang kuat mencoba menghentikannya. Namun para tokoh PKI tidak mau menggubris usulan itu kecuali mereka yang ada di pihak Tan Malaka. Pemberontakan itu terjadi pada tahun 1926-1927 yang berakhir dengan kehancuran PKI dengan mudah oleh pemerintah Hindia Belanda. Para tokoh PKI menganggap kegagalan itu karena Tan Malaka mencoba menghentikan pemberontakan dan memengaruhi cabang PKI untuk melakukannya.
Gerakan PKI lahir pula pada masa Perang Kemerdekaan Indonesia yang diawali oleh kedatangan Muso secara misterius dari Uni Sovyet ke Negara Republik (Saat itu masih beribu kota di Yogyakarta). Sama seperti Soekarno dan tokoh pergerakan lain, Muso berpidato dengan lantang di Yogyakarta dengan kepercayaannya yang murni komunisme. Disana ia juga mendidik calon-calon pemimpin PKI seperti D.N. Aidit. Musso dan pendukungnya kemudian menuju ke Madiun. Disana ia dikabarkan mendirikan Negara Indonesia sendiri yang berhalauan komunis. Gerakan ini didukung oleh salah satu menteri Soekarno, Amir Syarifuddin yang tidak jelas ideologinya. Divisi Siliwangi akhirnya maju dan mengakhiri pemberontakan Muso ini. Beberapa ilmuwan percaya bahwa ini adalah konflik intern antarmiliter Indonesia pada waktu itu.
Pasca Perang Kemerdekaan Indonesia tersebut PKI menyusun kekuatannya kembali. Didukung oleh Soekarno yang ingin menyatukan semua aspek masyarakat Indonesia saat itu, dimana antar ideologi menjadi musuh masing-masing, PKI menjadi salah satu kekuatan baru dalam politik Indonesia. Permusuhan itu tidak hanya terjadi di tingkat atas saja, melainkan juga di tingkat bawah dimana tingkat anarkisme banyak terjadi antara tuan tanah dan para kaum rendahan. Namun Soekarno menjurus ke kiri dan menganak-emaskan PKI. Akhirnya konflik dimana-mana terjadi. Ada suatu teori bahwa PKI dan militer yang bermusuhan akan melakukan kudeta. Yakni PKI yang mengusulkan Angkatan Perang Ke 5 (setelah AURI, ALRI, ADRI dan Kepolisian) dan isu penyergapan TNI atas Presiden Soekarno saat ulang tahun TNI. Munculah kecurigaan antara satu dengan yang lain. Akhirnya dipercaya menjadi sebuah insiden yang sering dinamakan Gerakan 30 September.
Ada kemungkinan Indonesia menjadi negara komunis andai saja PKI berhasil berkuasa di Indonesia. Namun hal tersebut tidak menjadi kenyataan setelah terjadinya kudeta dan peng-kambing hitaman komunisme sebagai dalang terjadinya insiden yang dianggap pemberontakan pada tahun 1965 yang lebih dikenal dengan Gerakan 30 September. Hal ini juga membawa kesengsaraan luar biasa bagi para warga Indonesia dan anggota keluarga yang dituduh komunis meskipun belum tentu kebenarannya. Diperkirakan antara 500.000 sampai 2 juta jiwa manusia dibunuh di Jawa dan Bali setelah peristiwa Gerakan 30 September. Hal ini merupakan halaman terhitam sejarah negara Indonesia. Para tertuduh yang tertangkap kebanyakan tidak diadili dan langsung dihukum. Setelah mereka keluar dari ruang hukuman mereka, baik di Pulau Buru atau di penjara, mereka tetap diawasi dan dibatasi ruang geraknya dengan penamaan Eks Tapol.
Semenjak jatuhnya Presiden Soeharto, aktivitas kelompok-kelompok komunis, marxis, dan haluan kiri lainnya mulai kembali aktif di lapangan politik Indonesia, walaupun belum boleh mendirikan partai karena masih dilarang oleh pemerintah.
f. Komunisme di Indonesia
Setelah Dekrit Presiden pada 5 Juli 1959, politik luar negeri Indonesia cenderung lebih condong ke Blok Timur (Blok Komunis). Mengapa seperti itu? Karena Indonesia lebih banyak melakukan kerja sama dengan negara komunis seperti Uni Soviet, Kamboja, Vietnam, RRC, maupun Korea Utara. Berikut ini adalah langkah-langkah politik luar negeri Indonesia pada masa Demokrasi Terpimpin: Presiden Soekarno menyampaikan pandangan politik dunia yang berlawanan, yaitu OLDEFO (Old Established Forces), dan NEFO (New Emerging Forces), Indonesia membentuk Poros Jakarta-Peking dan Poros Jakarta-Phnompenh-Hanoi-Peking-Pyongyang yang membuat Indonesia termasuk dalam Negara Blok Timur, Konfrontasi dengan Malaysia yang berujung dengan keluarnya Indonesia dari PBB.
g. Apakah Komunisme Telah Mati ?
Banyak orang yang mengira komunisme 'mati' dengan bubarnya Uni Soviet di tahun 1991, yang diawali dengan keputusan Presiden Mikhail Gorbachev. Namun komunisme yang murni belum pernah terwujud dan tak akan terwujud selama revolusi lahir dalam bentuk sosialisme (Uni Soviet dan negara-negara komunis lainnya). Dan walaupun komunis sosialis hampir punah, partai komunis tetap ada di seluruh dunia dan tetap aktif memperjuangkan hak-hak buruh, pelajar dan anti-imperialisme. Komunisme secara politis dan ekonomi telah dilakukan dalam berbagai komunitas, seperti Kepulauan Solentiname di Nikaragua.
Seperti yang digambarkan Anthony Giddens, komunisme dan sosialisme sebenarnya belum mati. Ia akan menjadi hantu yang ingin melenyapkan kapitalisme selamanya. Saat ini di banyak negara, komunisme berubah menjadi bentuk yang baru. Baik itu Kiri Baru ataupun komunisme khas seperti di Kuba dan Vietnam. Di negara-negara lain, komunisme masih ada di dalam masyarakat, namun kebanyakan dari mereka membentuk oposisi terhadap pemerintah yang berkuasa.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar